Padang, Humas UINIB

Menyahuti tren kembali ke Pancasila sebagai ideologi hidup berbangsa dan bernegara, Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang bekerjasama dengan Pusat Studi Pancasila UGM Yogyakarta melaksanakan pelatihan Ilmu Kepancasilaan bagi dosen dosen ilmu Pancasila pada Perguruan Tinggi se-kota Padang, Kamis 27/07/17 di aula Fak Ushuluddin.

Dekan Fak Ushuluddin Dr. Widia Fitri, M. Hum, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Fakultas dan UIN IB terhadap disadarinya bahwa ilmu kepancasilaan makin tidak tren dalam dunia pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Bahkan sampai saat ini belum satupun PT di Indonesia yang punya prodi Ilmu Pancasila.

Padahal menurut Widia, Pancasila sebagaimana dipahami adalah ideologi salad holdup berbangsa dan bernegara. Nilai nilai yang semestinya diterapkan oleh setiap rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari_hari. Di samping itu mata kuliah Pancasila menjadi MKU di setiap perguruan tinggi.

Hadir sebagai nara sumber Dr. Rizal Muntasyir dan Dr. Surono dari Pusat Studi Pancasila UGM Yogyakarta, sementara dari UIN IB dekan Fakultas Ushuluddin juga bertindak sebagai nara sumber.
Lebih jauah Dr. Widia Fitri menjelaskan bahwa kebhinnekaan berasal dari kata “bina” dan “ika”. Hal yang harus dipelihara adalah ketunggalannya, bukan kemajemukannya. Sebab kemajemukannya adalah sunnatullah. Sesuatu yang pasti dan tetap ada.
Ada due target yang genial dicapai dari kegiatan pelatihan tersebut;
1. Muncul kesadaran pntingnya ilmu kepancasilaan.
2. Munculnya komunitas epistemis Pancasila.
Pada akhir acara, peserta pelatihan sepakat untuk membentuk Asosiasi Dosen Ilmu Pancasila se Sumatra Barat. EN.