Padang, Humas, 24/05/17

Memasuki masa pendaftaran calon mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018, cukup banyak calon mahasiswa dan orangtua/wali mereka yang mempertanyakan jumlah Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk masing masing prodi pilihan pada PTN yang ditetapkan pemerintah.

Di antaranya, pada jurusan yang sama dengan tingkat ekonomi orangtua yang juga hampir sama UKT-nya berbeda. Persoalan tersebut juga dipertanyakan oleh sebahagian calon maahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Imam Bonjol Padang, DR. Ikhwan, SH.M.Ag menyatakan bahwa sesungguhnya UKT untuk mahasiswa UIN IB Padang termasuk terendah dibanding dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya, bahkan bila dibanding dengan IAIN Bukittinggi dan Batusangkar yang sama-sama ada di Sumatera Barat.

Lebih jauh Dr. Ikhwan menjelaskan bahwa besaran UTK mahasiswa untuk seluruh PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) tahun ajaran 2017/2018 ditetapkan oleh pemerintah dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 157/2017.

Besaran UKT dimaksud (yang tertuang dalam KMA) memang memperhatikan usulan masing-masing perguruan tinggi yang kemudian diverifikasi oleh kementerian. Tingkatan UKT untuk UIN Imam Bonjol Padang ada lima kelompok, yang masing masing berbedajumlah nominalnya dan berbeda pula untuk setiap program studi atau jurusan.

Untuk kelima kelompok tersebut ada persentase minimal kuota yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan. Kelompok satu sampai tiga masing masing-masing 5%, kelompok empat 15% dan kelompok lima 70%. Penentuan pada kelompak mana UKT seorang calon mahasiswa adalah berdasarkan rangking pendapatan orangtua/wali dibagi jumlah tanggungan. Data-data jumlah pendapatan dan tanggungan orangtua/wali calon mahasiswa diperoleh dari isian formulir saat pendaftaran.

Berdasarkan ketentuan di atas, menurut Ikhwan, bisa terjadi calon mahasiswa yang orangtua/walinya lebih tinggi pendapat rata ratanya memperoleh kelompok UKT yang lebih rendah dibanding dengan calon mahasiswa yang orangtuanya lebih rendah pendapatan rata-ratanya, bila kedua calon mahasiswa tersebut berbeda prodi/jurusan. Karena persaingan untuk merebut kuota 5% pada tiga kelompok UKT yang dimaksud adalah persaingan intra prodi atau juruan, bukan persaingan atar prodi/jurusan.

Terakhir Wakil Rektor I tersebut menyampaikan bahwa; satu, pada kelompok berapapun UKT seorang mahasiswa UIN Imam Bonjol, sesungguhnya iuran yang dibayarkan mahasiswa tersebut jauh lebih rendah dari BKT (Biaya Kuliah Tunggal) yang mesti dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang mahasiswa, yakni 6 juta rupiah setiap semester. Kedua, penamaan UKT memberikan pengertian bahwa selain jumlah nominal UKT dimaksud, tidak ada lagi biaya biaya lain yang boleh dipungut oleh Perguruan Tinggi kepada mahasiswa sampai yang bersangkutan menyelesaikan studinya. Termasuk uang praktikum, uang perpustakaan dansegala macamnya. (Humas-EN).