Jaga dan Lindungi Lansia

Oleh: Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu. Bagi banyak jemaah, haji merupakan mimpi yang ingin diwujudkan dalam hidup mereka. Namun, bagi jemaah lansia dan disabilitas, perjalanan haji bisa menjadi tantangan tersendiri.

Di tengah kesibukan dan kekhusyukan ibadah haji, sebuah kisah inspiratif terukir dari dedikasi tim petugas haji 2024. Tim ini menjelma menjadi pelayan bagi jemaah lansia dan disabilitas, membantu mereka dalam berbagai hal, mulai dari membantu mereka berjalan, mengambilkan air zamzam, hingga mengantarkan mereka ke tempat pelaksanaan ibadah.

Sebagai anggota tim Monev, saya terharu melihat bagaimana tim petugas haji dengan penuh kesabaran dan kasih sayang membantu jemaah lansia dan disabilitas. Dedikasi dan profesionalisme mereka telah membantu banyak jemaah lansia dan disabilitas untuk mewujudkan mimpi mereka dalam melaksanakan ibadah haji dengan penuh khusyuk.

*Kisah Inspiratif dari Sektor 3*

Salah seorang jemaah haji di sektor 3, tak luput dari perhatian tim monev haji. Di usianya yang ke-73 tahun, Ibu ini merasa kesulitan untuk Tawaf dan Sa’i. Petugas haji ramah lansia kemudian dengan sigap membantu Ibu ini dengan kursi roda serta mengistirahatkan di Ruang Transit Lansia sebagai salah satu inovasi yang dilakukan Kementerian Agama RI dalam pelayanan.

“Saya sangat terharu dengan bantuan tim petugas. Mereka tidak hanya membantu saya secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada saya,” kata lansia tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa ibadah haji tidak hanya tentang ritual dan doa, tetapi juga tentang kasih sayang dan kepedulian. Para petugas telah menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak hanya menjalankan tugasnya dengan profesional, tetapi juga dengan penuh rasa kemanusiaan.

Tahun ini, jumlah jemaah haji lansia dari Indonesia mencapai 40 ribu lebih, dan kuota haji secara keseluruhan meningkat menjadi 241.000 jemaah. Hal ini membutuhkan layanan yang lebih baik dan inovatif dari para petugas haji Indonesia.

About Author