Kenapa Ada Program Student Literacy Camp?

Penulis: ABDULLAH KHUSAIRI

Ketua Panitia Penyelenggara SLC 2024

Inilah ikhtiar agar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menjadi intelektual yang kritis, mampu menuangkan segenap pemikirannya dan hasil analisis ke dalam bentuk karya tulis. Sebagai salah satu penunjang dari kerja akademik yang dilakukan di kelas, diasah kembali melalui ajang bergengsi bernama Student Literacy Camp (SLC), dimana setiap tahun bakal digelar sebagai instrument penting bagi calon akademisi masa depan, yang cakap dalam menuangkan gagasan.

Selama ini, hanya muncul sedikit dari ribuan mahasiswa yang memilih jalan “kata-kata” dalam bentuk tulisan. Selebihnya, ramai di media sosial. Padahal, ranah ini disebutkan sebagai A Kingdom of Word oleh Jane Drakard (Australian National University, 1993).

Adalah sebuah kemestian, jadi mahasiswa tidak sekadar mahasiswa, yang tamat lalu menjadi sarjana. Setelah itu, hanyut dibawa nasib masing-masing. Sudah begitu mengkhawatirkan, ketika setelah jadi sarjana tetapi tidak cakap dalam berkarya. Skripsi hanya satu-satunya karya, itupun asal jadi, yang penting lulus dan menyandang prediket sarjana. Selebihnya, selebrasi yang cerlang gemilang namun redup setelah hari wisuda selesai.

Atas hal di atas, maka dibuatlah program Student Literacy Camp (SLC), yang sebenarnya dimulai pada tahun 2023 dengan nama Pelatihan Penulisan Artikel Populer dan Ilmiah Mahasiswa. Tahun 2024 ini dialih namanya menjadi SLC. Sebuah gagasan lanjutan menuju ajang Student Mobility Program (SMP). Sebelum itu, juga disiapkan kegiatan Peminatan Karier, agar mahasiswa mendapat gambaran dan arahan, kemana ujung dari kelas demi kelas kuliah yang diikuti selama empat tahun.

Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Welhendri Azwar, S.Ag., M.Si, Ph.D, tiga kegiatan ini (peminatan karier, SLC, SMP) memberi kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki talent sebagai ilmuwan di bidang program studi masing-masing. Ivent-ivent seperti ini harus dilaksanakan saban tahun di setiap level. Misal, mulai dari level Program Studi (Prodi), fakultas, hingga universitas. Gunanya tiada lain, hadirnya format dan platform pengembangan diri mahasiswa.

Pasca Pandemi, mungkin juga sebelumnya, ajang tulis menulis ini redup dengan hadirnya teknologi informasi yang memudahkan dan melenakan kehidupan ummat manusia, termasuk mahasiswa. Redup di kalangan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang karena minimnya lomba dan ivent, misal lomba menulis karya sastra, menulis karya ilmiah, sehingga bakat-bakat terpendam mencari jalan keluar. Mereka ikut di berbagai kesempatan forum yang tersedia di luar kampus. Nama-nama yang muncul sebagai penulis dan peraih piala dalam menulis, tidak diasah melalui program kemahasiswaan di kampus. Walaupun diluar kampus itu baik juga, namun kampus harus juga menyiapkan instrument struktural, pemikiran inilah yang melahirkan SLC dan SMP ini.

Sebagai program baru, banyak yang bertanya, kenapa baru ada. Khususnya, mereka yang tidak lagi dapat diprioritaskan karena sudah semester-semester akhir. Bahkan ada yang sudah tamat, menyatakan, kenapa baru ada sekarang. Tentu saja, kita tidak dapat menjawabnya namun yang jelas, program ini penting sekali untuk masa depan para mahasiswa yang punya talent sebagai “tukang kata”.

UIN Imam Bonjol Padang sebagai kampus yang ingin diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara merujuk visi dan misi yang pernah ada, memperhitungkan kekuatan dan kesiapan. Diperlukan perangkat-perangkat dan program-program yang mengarah ke situ. Selain program SLC dan SMP, dilahirkan pula Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Kata; Riset dan Publikasi (Sejak 2023), menyusul saudara tuanya UKM Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Suara Kampus (sejak 1978) dan DKTV (sejak 2022), untuk broadcasting. Sementara itu, juga hadir UKM Surau Konstitusi untuk bidang debat hukum dan juga memiliki basis riset dan publikasi.

Di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), saya merancang Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Ilmu Komnikasi (Ilmadika), rancangan lembaga mahasiswa yang ingin menyalurkan bakat dan minat tulis menulis khusus jurnal ilmiah. Insya Allah dalam waktu dekat akan lahir website resmi Ilmadika ini. Semua itu tiada lain, untuk menyiapkan mahasiswa handal yang dapat mengharumkan nama kampus dan tentu saja sukses personal mahasiswanya. Kampus yang dinilai cemerlang dan unggul itu, ketika mahasiswanya unggul dalam berbagai ivent, program studinya unggul, dosennya juga unggul. Semua itu, tergantung pada persiapan, perencanaan, serta menjalankan program secara maksimal oleh kampus. Tidak cukup dosen yang unggul tetapi mahasiswanya tidak unggul.

Kembali ke soal SLC 2024, yang bakal digelar 17 – 19 Mei 2024 ini (lihat pengumuman di sosial media kampus), dimana tahapan sudah dimulai sejak dua minggu lalu, adalah ikhtiar kampus agar mahasiswa diberi ruang kreatif dalam perspektif keilmuan yang dipelajarinya di kelas. Di tengah godaan gadget dan sosial media, hendaknya termanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan kapasitas, bukan sekadar menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Menjadi mahasiswa hari ini, sejak android tiba tahun 2013 lalu, sangatlah berat adanya. Dimana tingkat kemauan membaca yang masih perlu lebih digelorakan lagi, juga kemudahan untuk copy paste karya orang lain alias plagiasi ketika membuat makalah, penggunaan masif chatGPT, merupakan tantangan yang tidak sederhana.

Menjadi intelektual yang jujur atas karya sendiri, percaya diri untuk dibaca oleh dunia, merupakan tantangan terhebat yang tidak bisa hanya sekadar mengandalkan teknologi semata. Perlu belajar dan belajar, latihan dan latihan. Mereka yang tekun, akan kelihatan pada karya awal untuk diseleksi sebagai peserta SLC 2024. Mereka yang masuk nominasi ini, akan mendapatkan kesempatan seleksi untuk SMP, melawat beberapa hari ke kampus di luar negeri. Sungguh, ini challenge bagi siapapun mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yang punya mimpi sebagai orang yang sukses dan membanggakan keluarga dan kampus.

Salam kreatif! Selamat menulis!

About Author