Ahli Geoteknik UNAND Tegaskan Longsor di UIN Imam Bonjol Padang Murni Faktor Alam

Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menegaskan bahwa bencana longsor yang terjadi di lingkungan kampus tidak berdampak pada gedung perkuliahan, melainkan pada area turap dan lereng akibat kondisi alam. Penegasan tersebut disampaikan dalam diskusi teknis bersama Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (UNAND), Senin (12/01/2026).

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung hampir satu minggu, sehingga menyebabkan tanah menjadi jenuh air. Sebagai langkah mitigasi dan empati kepada mahasiswa terdampak, UIN Imam Bonjol Padang memberlakukan perkuliahan daring sejak 25 November 2025, sembari menyiapkan langkah penanganan lanjutan demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar. Rektor juga menjelaskan perkuliahan akan kembali dilaksanakan secara ofline pada tanggal 19 feb 2026 mendatang.

“Secara umum kondisi kampus dalam keadaan baik-baik saja. Gedung perkuliahan aman, dampak utama hanya terjadi pada turap yang longsor akibat peristiwa alam,” tegas Rektor.
penghargaan
Dalam pemaparannya, pakar geoteknik UNAND, Prof. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa longsor merupakan pergerakan massa tanah dari lapisan dalam, berbeda dengan erosi yang hanya terjadi di permukaan tanah. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi normal, kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang tergolong stabil dan tidak berpotensi longsor.

“Tanah yang terus-menerus terpapar air akan kehilangan kekuatan. Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama membuat tanah menjadi lembek dan memicu longsor. Ini murni bencana alam, bukan akibat kegagalan struktur bangunan,” jelasnya.

Prof. Abdul Hakam juga mengingatkan bahwa area yang tampak hijau belum tentu aman dari risiko longsor, terutama apabila sistem drainase tidak berfungsi optimal. Menurutnya, genangan air atau saluran drainase yang tidak tertata dapat menambah beban tanah dan meningkatkan potensi ketidakstabilan lereng.

Ia menekankan bahwa setiap langkah penanganan harus didahului dengan penyelidikan geoteknik untuk mengetahui karakteristik tanah sebelum dilakukan intervensi fisik. Dalam kondisi tertentu, membiarkan lereng mencapai stabilitas alami sambil terus dipantau justru menjadi pilihan paling aman.

Diskusi ini menghasilkan kesepakatan bahwa rekomendasi teknis dari Pusat Studi Bencana UNAND akan menjadi dasar utama UIN Imam Bonjol Padang dalam menyusun kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan kampus secara bertahap, terukur, dan berbasis kajian ilmiah.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Staf Khusus Menteri Agama RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., yang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama RI.

Rektor menyampaikan kebutuhan data pembangunan turap sepanjang 15 meter pada area yang terdampak longsor sebagai langkah penanganan lanjutan.

Prof. Dr. Iswandi Syahputra dalam arahannya menyampaikan bahwa ke depan perlu dipertimbangkan adanya asuransi gedung sebagai bagian dari mitigasi awal terhadap risiko bencana, guna meminimalkan dampak kerugian ketika terjadi kejadian serupa.
penghargaan

About Author