AMANAH LEGITIMET DAN EFEKTIF

Oleh: Duski Samad
Ketua Senat UIN Imam Bonjol

Hari yang berkah ini, Jum’at , 22 Agustus 2025 Rektor UIN Imam Bonjol pukul 9.30 nanti akan melantik Wakil-Wakil Rektor, Dekan dan ketua lembaga sebagai pejabat pelaksana akademik UIN Imam Bonjol masa khidmat 2025-2029.

Tentu civitas akademika dengan senang hati gembira menyambut pemimpin baru yang akan menjadi motor pergerakkan UIN dalam mewujudkan visi, misi dan janji Rektor dengan Menteri Agama RI sebagai pemegang otoritas tertinggi bagi kemajuan umat dan bangsa.

Peralihan jabatan adalah sunnatullah yang tak bisa ditolak. Siapapun yang terlpilih dan dipilih Rektor itu realitas yang bukan saja memang hak preogratif Rektor, tetapi ada hubungannya takdir hidup setiap orang yang mesti dihargai dan yang bersangkutan juga pandai memahami makna sipritualnya.

Patut pula disampaikan harapan dan cita-cita besar mewujudkan UIN sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam bereputasi internasiional dan berdampak bagi umat dan bangsa.

1.Pendekatan Hukum

Pendekatan hukum menekankan bahwa jabatan adalah amanah formal yang melekat dengan kewajiban, hak, serta batasan hukum. Beberapa poin penting:

Legalitas dan Legitimasi

Setiap jabatan didasarkan pada aturan hukum (konstitusi, undang-undang, atau AD/ART organisasi).

Legitimasi hukum memberi kepastian bahwa wewenang sah dan diakui publik.

Prinsip Akuntabilitas

Jabatan bukan sekadar hak, tetapi amanah yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Regulasi mewajibkan pemimpin menyusun laporan, transparansi anggaran, dan tidak melampaui kewenangan.

Rule of Law dan Etika Hukum

Segala kebijakan harus berdasar norma hukum yang berlaku, bukan sekadar keinginan pribadi.

Pemimpin yang taat hukum akan menumbuhkan trust (kepercayaan) dari masyarakat.

2.Pendekatan Psikologi

Pendekatan psikologi menekankan kesiapan mental, emosi, dan sosial seseorang dalam memikul jabatan baru.

Adaptasi Psikologis

Masa awal jabatan sering disertai tekanan, ekspektasi tinggi, dan resistensi perubahan.

Dibutuhkan self-awareness (kesadaran diri) dan emotional intelligence agar pemimpin dapat merespons dengan tenang.

Motivasi dan Integritas Diri

Teori Self-Determination → motivasi internal (niat tulus, pengabdian) lebih bertahan lama dibanding motivasi eksternal (pujian, jabatan).

Integritas diri (nilai, keyakinan) menjadi kompas moral dalam menghadapi dilema.

Psikologi Sosial dan Kepemimpinan

Pemimpin baru harus segera membangun trust dengan tim dan masyarakat.

First impression (100 hari pertama) sangat menentukan penerimaan publik.

Strategi komunikasi empatik dan participatory leadership membantu menumbuhkan loyalitas.

3.Integrasi Hukum dan Psikologi.

Agar amanah berjalan kokoh:

Hukum → memberi kerangka (batasan, aturan, legitimasi).

Psikologi → memberi daya tahan (adaptasi, motivasi, kepemimpinan).

Keduanya memastikan pemimpin tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga diterima, dipercaya, dan mampu menumbuhkan energi kolektif.

4.Dalil dan Landasan Spiritual (Penguat).

Dalam Islam, jabatan adalah amanah yang berat:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58).

Nabi ﷺ bersabda: “Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran.” (HR. Bukhari).

Kesimpulan dari momentum pelantikan pejabat baru UIN Imam Bonjol adalah bahwa jabatan merupakan amanah yang mesti dijalankan secara legitimet dan efektif. Legitimet karena berlandaskan hukum, konstitusi, dan otoritas yang sah dari Rektor sebagai pemegang mandat Menteri Agama. Efektif karena ditopang oleh kesiapan psikologis, motivasi, integritas, serta kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan dan energi kolektif civitas akademika.

Pendekatan hukum memberikan kepastian, legitimasi, dan akuntabilitas agar jabatan tidak disalahgunakan, sementara pendekatan psikologi memastikan daya tahan, ketenangan, dan kepemimpinan partisipatif dalam menghadapi dinamika. Integrasi keduanya menghadirkan pemimpin yang sah secara hukum sekaligus diterima dan dipercaya oleh masyarakat kampus.

Landasan spiritual Islam menegaskan bahwa amanah bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga pertanggungjawaban ukhrawi di hadapan Allah SWT. Dengan itu, pejabat baru diharapkan menunaikan tugas dengan keikhlasan, profesionalitas, dan visi besar menjadikan UIN Imam Bonjol perguruan tinggi keagamaan Islam bereputasi internasional serta berdampak nyata bagi umat dan bangsa.ds.
22082025

About Author