Bantuan Penawar Duka Bagi Keluarga

PADANG — Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menyatakan terima kasih kepada seluruh donator yang telah menyalurkan bantuan ke Posko Bencana UIN Imam Bonjol Padang. Bantuan segera disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya, para korban terdampak bencana.

“Semoga menjadi amal bagi para donator dan sitawa sidingin bagi keluarga besar kita yang terdampak,” ungkap Martin, di Posko Bencana kampus Lubuk Lintah, Selasa (2/12).

Sitawa sidingin adalah ungkapan adat Minangkabau yang bermakna penawar luka batin atau penghilang panas hati. Secara tradisi, istilah ini merujuk pada obat untuk meredakan sakit, baik secara fisik maupun emosional. Makna lengkapnya, secara harfiah Sitawa adalah Obat penyejuk badan. Sidingin Obat penurun panas. Dulunya dipakai untuk menyebut ramuan tradisional yang menyejukkan tubuh.

Martin menyatakan, hari ini bantuan datang dari berbagai mitra, yang justru banyak tak ingin disebut namanya. Ini pertanda tulus, karena mereka tahu keadaan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

“Bantuan kemanusiaan amanat yang harus kita kerjakan juga dengan tulus. Kepercayaan mitra harus dijaga,” ujarnya kepada tim.

Hari ini, sekitar 40 paket Sembako disalurkan ke berbagai tempat terdampak, khususnya keluarga besar UIN Imam Bonjol Padang. Ini focus pertama Satgas, yang akan terus meluas.

“Besok, kita akan tingkatkan lagi hingga 100 paket. Hingga sampai ke daerah terjauh. Donasi masih terus diterima, kita terus menyalurkannya,” ungkap Koorlap Satgas, Joni Ramadan.

Sebagaimana diberitakan kemarin, data sementara 1.669 keluarga besar UIN Imam Bonjol Padang yang menjadi korban secara langsung maupun tidak langsung. Umumnya, mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah terkena banjir dan longsor.
Kontributor: (AK)

About Author