Sinergi Ilmu dan Kepedulian Sosial melalui Yayasan Teman Sehati Sejati
Padang — Komitmen terhadap pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh para dosen FEBI UIN Imam Bonjol Padang melalui keterlibatan aktif dalam Yayasan Teman Sehati Sejati. Peran ini menjadi bukti nyata bahwa dosen tidak hanya berkontribusi di ruang akademik, tetapi juga hadir langsung menjawab persoalan sosial mahasiswa.
Keterlibatan dosen dalam yayasan dilandasi oleh panggilan moral dan tanggung jawab keilmuan. Nilai-nilai ekonomi Islam yang diajarkan di kelas diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi mahasiswa. Program-program seperti Kopi/Makan Dinding FEBI dan Bantuan Pembayaran UKT menjadi sarana implementasi nilai keadilan, tolong-menolong (ta’awun), serta keberlanjutan berbasis wakaf.
Program Kopi/Makan Dinding FEBI hadir sebagai solusi kemanusiaan dengan menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Setiap hari, mahasiswa dapat mengakses bantuan ini secara sederhana dan tanpa prosedur yang berbelit. Inisiatif ini bertujuan memastikan tidak ada mahasiswa yang kehilangan semangat belajar hanya karena kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi bentuk kepedulian agar mahasiswa tetap fokus menuntut ilmu tanpa harus terbebani kondisi ekonomi.
Selain itu, Yayasan Teman Sehati Sejati juga mengembangkan Program Bantuan Pembayaran UKT melalui dua skema utama, yaitu hibah dan qardhul hasan. Skema hibah memberikan bantuan langsung tanpa pengembalian, sementara qardhul hasan merupakan pinjaman tanpa bunga dengan cicilan ringan selama masa studi. Dana yang dikembalikan kemudian diputar kembali untuk membantu mahasiswa lain, menciptakan sistem bantuan yang berkelanjutan.
Bagi para dosen, keterlibatan ini bukan hanya tentang memberi bantuan sesaat, tetapi membangun ekosistem kebaikan yang berjangka panjang. Mereka menyadari bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi yang stabil, sehingga diperlukan solusi yang sistematis dan berkelanjutan agar akses pendidikan tetap terbuka bagi semua.
Lebih jauh, aktivitas ini menjadi bagian integral dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan solidaritas sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan yayasan ini menjadi contoh nyata sinergi antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan aksi sosial. Program yang dijalankan tidak hanya membantu mahasiswa secara ekonomi, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Pada akhirnya, motivasi terbesar dari para dosen adalah menghadirkan kebermanfaatan. Sejalan dengan prinsip ekonomi Islam, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Melalui peran ini, dosen FEBI berharap dapat terus menjaga semangat mahasiswa, memperluas jangkauan kebaikan, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.