Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Roadmap Pusat Studi Gender dan Anak” pada Kamis, 4 Desember 2025 bertempat di Ruang Rapat Rektorat UIN Imam Bonjol Padang.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun arah strategis dan peta jalan (roadmap) pengembangan PSGA untuk lima tahun ke depan. Fokus utama diskusi mencakup penguatan riset, advokasi, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berperspektif gender, anak, dan inklusi sosial.
Dalam forum ini, hadir para dosen, peneliti, dan aktivis dari berbagai fakultas di lingkungan kampus yang memiliki perhatian pada isu kesetaraan gender dan perlindungan anak. Diskusi berlangsung produktif dengan menyoroti penguatan kelembagaan PSGA, kolaborasi lintas unit seperti Satgas PPKS, LPPM, dan fakultas, serta rencana strategis pengembangan jejaring kerja sama dengan instansi eksternal dan lembaga mitra.
Ketua PSGA UIN Imam Bonjol Padang, Lailatur Rahmi, M.Hum, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan roadmap ini merupakan langkah penting untuk memastikan arah kerja PSGA menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
“Roadmap ini bukan hanya dokumen administratif, tetapi menjadi panduan moral dan akademik bagi seluruh tim PSGA dalam meneguhkan peran kampus sebagai ruang aman, adil gender, dan ramah anak. Melalui kolaborasi riset dan pengabdian, PSGA berkomitmen menghadirkan perubahan nyata di tingkat kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak LPPM UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya PSGA dalam memperkuat fondasi kelembagaan, terutama dalam pengarusutamaan gender (PUG) di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan PSGA dapat melahirkan roadmap yang aplikatif dan visioner, sebagai pedoman kerja hingga tahun 2030 dalam mewujudkan kampus yang berperspektif kesetaraan gender, keadilan sosial, dan perlindungan anak yang inklusif.