Bagian Kepegawaian UIN Imam Bonjol Padang melaksanakan kegiatan Pengembangan Kemampuan Problem Solving bagi tenaga kependidikan di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Desember 2025, dan diikuti oleh 92 peserta dari berbagai status kepegawaian.
Adapun rincian peserta terdiri dari 39 orang PNS, 12 orang CPNS, 32 orang PPPK, 4 orang PPNPN, serta 5 orang pegawai BLU. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan dalam mengatasi berbagai persoalan kerja secara efektif, sistematis, serta memperkuat sinergi antarunit kerja guna menjaga dan teamwork di lingkungan kampus.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang. Dalam sambutannya, Rektor, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M. Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang luar biasa serta memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas ASN di masa depan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat diikuti secara maksimal. Saya ingin ada perubahan yang nyata setelah kegiatan ini, baik dalam pola pikir, sikap, maupun kualitas pelayanan,” tegas Rektor.
Rektor juga menekankan bahwa ASN masa depan harus memiliki dua kemampuan utama, yakni interpersonal skill dan intrapersonal skill, agar mampu beradaptasi dan menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks. Selain itu, terdapat empat hal penting yang harus dimiliki oleh ASN dalam menghadapi berbagai persoalan, yaitu berpikir jernih dalam setiap situasi, bertindak secara sistematis, berkomunikasi secara efektif, serta menjaga kualitas layanan.
Dalam konteks pelayanan, Rektor mengingatkan agar setiap keputusan dan tindakan harus berbasis data, bukan sekadar asumsi. ASN dituntut untuk menjadi problem solver yang berorientasi pada solusi, mampu mengambil inisiatif, serta responsif terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan kerja.
Lebih lanjut disampaikan, problem solving yang baik setidaknya memiliki empat ciri utama. Pertama, berbasis data, bukan asumsi, dengan cara mengumpulkan informasi, mengecek aturan, alur kerja, dan bukti sebelum mengambil kesimpulan. Kedua, berbasis sistem, bukan perorangan, karena banyak persoalan muncul akibat proses yang belum rapi, koordinasi yang belum optimal, atau standar yang belum jelas. Ketiga, berbasis solusi, bukan keluhan, sehingga setiap permasalahan harus diakhiri dengan alternatif solusi dan rekomendasi. Keempat, berbasis nilai, bukan sekadar cepat, dengan tetap menjaga ketepatan, etika, integritas, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kependidikan UIN Imam Bonjol Padang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan layanan terbaik yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja institusi secara keseluruhan