HUMAS UIN IB (30/08/2021)- Program KKN Melayu Serumpun tahun 2021 di Kabupaten Padang Pariman telah selesai. Acara penutupan berlangsung Senin (30/08/2021) di Mesjid Syekh Burhanuddin Ulakan Kabupaten Padang Pariman.
Acara dikemas dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir dalam acara tersebut Mahasiswa peserta KKN, DPL KKN, Pimpinan-Pimpinan dari PTKIN Melayu Serumpun ,pemuka-pemuka masyarakat, perangkat nagari, camat, dan satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Padang Pariaman. KKN Melayu Serumpun Mendapat respon yanga positif dari masyarakat sekitar. Ini di buktikan dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kabupaten Padang Pariaman, Yuhendri Eka Suprianto, S.Si yang mewakili Bupati.
“saya mewakili Bupati Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PTKIN terutama mahasiswa KKN Melayu Serumpun yang telah banyak membuat kebaikan dan kemajuan untuk kabupaten Padang Pariaman, dimana dari hasil pantauan kami ke masyarakat, wali nagari dan camat di dapatkan bahwa hasil akreditasi KKN Melayu Serumpun sangat baik dan mendapatkan respon positif dari masyarakat yang akan dijadikan contoh untuk KKN-KKN dari perguruan tinggi lainnya”.
“sangat banyak kegiatan-kegiatan positif yang telah dikembangkan oleh KKN Melayu Serumpun di Kabupaten Padang Pariaman yang berfokuskan pada pendalaman nilai keagamaan, yang saat ini pondamen agama mutlak harus dikembangkan di masyarakat’”. Ungkapnya.
Acara KKN Melayu Serumpun yang bertemakan “Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Melayu Serumpun”ditutup secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan terima kasih kepada Masyarakat, juga kepada Dosen Pembimbing Lapangan KKN yang tidak kenal lelah dan penuh kesabaran dalam memberikan pengajaran kehidupan kepada mahasiswa KKN.
Selanjutnya beliau juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta KKN Melayu Serumpun yang telah menyelesaikan kuliah bersama masyarakat.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada ananda mahasiswa KKN Melayu Serumpun, yang telah menyelesaikan kuliah bersama masyarakat,melatih diri, membangun karakter dan menempa cara berkehidupan bersama masyarakat”. Ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd juga menyampaikan dua harapan nilai filosofis yang tertumpang pada KKN ; Pertama, KKN sejatinya adalah proses belajar hidup yang humanis yang sarat akan nilai-nilai kehidupan dari masyarakat; kedua, KKN merupakan wahana untuk mendorong perubahan, mengasah kemampuan, melatih kepedulian dan mengorganisir kehidupan.
Kepada masyarakat dan Pimpinan Kabupaten Padang Pariaman Rektor UINIB berharap, setelah program KKN Melayu Serumpun usai, kedepannya tetap ada rangkaian-rangkaian program kemitraan strategis antar PTKIN khususnya UIN Imam Bonjol Padang dengan Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman.
“Dengan keterampilan SDM dan kepakaran yang kita miliki, kami siap berkolaborasi bersama Bapak Bupati, Bapak Kepala Dinas, Bapak Camat, dan bapak Wali Bagari di Kabupaten Padang Pariaman untuk kemajuan bersama membangun dan merawat tradisi local yang sangat kita hormati”. Tambahnya.
Terakhir Rektor UIN IB menyerahkan secara simbolis piagam KKN Melayu Serumpun kepada peserta KKN.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut bersama Rektor UIN IB, Wakil Rektor 2, Prof. Dr. Firdaus, M.Ag dan Kabiro AUPK, Dra. Hj. Kafrina, M.Si.

