Pesisir Selatan — Tim Psikososial Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mengunjungi lokasi posko bencana di Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara pada Selasa (16/12/2025), sambil menggelar diskusi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Tim TKSK Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, guna membahas strategi pemulihan psikis bagi para penyintas bencana, khususnya anak-anak dan orang tua.
Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas lembaga dalam merumuskan langkah-langkah pendampingan psikososial yang terarah dan berkelanjutan. Tim Psikososial UIN Imam Bonjol Padang menekankan pentingnya pemulihan psikologis sebagai bagian integral dari proses rehabilitasi pascabencana.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Sefriyono, M.Pd., menyampaikan bahwa Tim Psikososial UIN Imam Bonjol Padang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Psikologi Islam, Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).
“Tim psikososial ini terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yakni Psikologi Islam, BKI, dan BKPI. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas pendampingan awal, tetapi juga meliputi trauma healing serta upaya membangun kembali lingkungan sosial yang suportif bagi para penyintas,” ujar Dr. Sefriyono.
Sementara itu, Asep, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kementerian Sosial RI, menegaskan bahwa pemulihan psikis merupakan kebutuhan mendesak yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, anak-anak dan orang tua sama-sama membutuhkan dukungan psikologis agar mampu pulih dan beradaptasi kembali dengan kondisi pascabencana.
“Pemulihan psikis sangat diperlukan, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Anak-anak rentan mengalami trauma, sementara orang tua perlu penguatan mental agar dapat kembali menjalankan peran dalam keluarga dan masyarakat,” jelas Asep.
Perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), Bapak Depi, menyampaikan komitmen PMI untuk mendukung penuh upaya pemulihan psikososial bagi para penyintas bencana. Ia menegaskan bahwa PMI siap membantu dan bekerja sama dengan Tim Psikososial UIN Imam Bonjol Padang serta unsur kecamatan dalam pelaksanaan pendampingan di lapangan.
“PMI siap membantu dan bekerja sama dalam kegiatan pemulihan psikososial bagi penyintas bencana. Kolaborasi lintas lembaga seperti ini sangat penting agar layanan yang diberikan benar-benar menjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Depi.
Pihak PMI dan Tim Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Tim Psikososial UIN Imam Bonjol Padang dalam pelaksanaan program pendampingan di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan psikososial yang komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui diskusi ini, seluruh pihak sepakat bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik dan material, tetapi juga harus menyentuh aspek psikologis dan sosial sebagai bagian penting dari proses pemulihan menyeluruh bagi para penyintas.