Di Tengah Upaya Bangkit dari Bencana, Tim KKN ke-52 UIN Imam Bonjol Padang Jajaki Potensi Nagari Paninggahan

Paninggahan, Kabupaten Solok – 11 Juni 2026. Dalam rangka persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-52, Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melaksanakan survei awal ke Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memetakan kondisi masyarakat sekaligus menyusun program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat.

Rombongan survei dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Naila Hayati, M.A., bersama lima orang mahasiswa peserta KKN yang akan ditempatkan di Nagari Paninggahan. Kelompok mahasiswa tersebut dipimpin oleh Ilham sebagai koordinator lapangan.

Setibanya di kantor wali nagari, rombongan disambut hangat oleh perangkat nagari yang diwakili oleh Ibu Ami, S.Pd. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan keterbukaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ami memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi Nagari Paninggahan, mulai dari potensi sumber daya alam, kondisi sosial masyarakat, hingga berbagai tantangan yang masih dihadapi pascabencana galodo yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025.

Dalam dialog bersama perangkat nagari, Dr. Naila Hayati menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat Paninggahan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program akademik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai program yang nantinya dirancang harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa selama masa KKN dapat memberikan dampak positif, baik dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, maupun pendampingan terhadap upaya pemulihan pascabencana.

Sementara itu, para mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan survei untuk mengenal lebih dekat kondisi nagari serta menggali berbagai informasi yang dapat menjadi dasar penyusunan program kerja selama KKN berlangsung.

Survei awal ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antara pihak kampus dengan pemerintah nagari.

Melalui pertemuan tersebut, tercipta kesepahaman bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Harapannya, kehadiran mahasiswa KKN ke-52 UIN Imam Bonjol Padang dapat menjadi energi baru bagi Nagari Paninggahan dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana sekaligus mendorong lahirnya program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, survei ini menjadi langkah awal dalam menjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, perangkat nagari, dan masyarakat.

Dari sinilah diharapkan tumbuh semangat gotong royong dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun Nagari Paninggahan yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana galodo yang melanda pada penghujung tahun 2025.
penghargaan
penghargaan

About Author