Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Laksanakan Lokakarya Kurikulum Keilmuan Integratif, Perkuat Implementasi OBE Menuju Daya Saing Global

Padang — Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Lokakarya Kurikulum Keilmuan Integratif dan Perangkatnya yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juli 2026, di Hotel UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi seluruh program studi di lingkungan FUSA dalam menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), memperkuat integrasi keilmuan, sekaligus memastikan kesesuaian kurikulum dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Lokakarya yang diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, tim penyusun kurikulum, dosen, serta tenaga kependidikan ini dirancang sebagai forum akademik yang tidak hanya melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang telah berjalan, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada Rabu siang, dilanjutkan pembukaan resmi yang dihadiri Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Dr. Sefriyono, M.Pd., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Nurus Shalihin menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas akademik fakultas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

“Kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat, kolaboratif, berbasis kebutuhan masa depan, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebudayaan. Lokakarya ini menjadi ruang bersama untuk menghasilkan kurikulum yang mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki integritas moral, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.”

Ia menambahkan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama diharapkan terus mengembangkan paradigma keilmuan integratif yang memadukan ilmu-ilmu keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan sosial, kemanusiaan, dan ekologis sesuai arah pengembangan universitas.

Selanjutnya, pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebijakan nasional serta standar mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada hasil belajar mahasiswa.

“Implementasi Outcome-Based Education bukan sekadar memenuhi tuntutan regulasi, tetapi menjadi strategi untuk memastikan bahwa setiap lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang terukur, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan global. Saya mengapresiasi langkah Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang secara konsisten melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkala.”

Menurutnya, kurikulum yang baik harus dibangun melalui proses akademik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga menghasilkan dokumen yang implementatif dan mampu meningkatkan mutu lulusan.

Setelah pembukaan, peserta langsung mengikuti sesi review kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dipandu oleh Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd – beliau selaku Guru besar muda bidang Analisis Kurikulum & Teknologi Pembelajaran dari Universitas Negeri Padang.

Dalam sesi tersebut, setiap program studi memperoleh masukan komprehensif terhadap rancangan kurikulum yang telah disusun, mulai dari struktur mata kuliah, keterkaitan antar capaian pembelajaran, hingga relevansi dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Diskusi berlangsung secara intensif hingga malam hari sebagai bentuk komitmen seluruh peserta dalam menghasilkan kurikulum yang lebih berkualitas.

Pada hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) serta evaluasi ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bersama Prof. Dr. Darmansyah, S.T., M.Pd – Guru Besar senior bidang Teknologi Pembelajaran UNP.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya keselarasan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, strategi pembelajaran, metode asesmen, hingga pengalaman belajar mahasiswa sehingga seluruh komponen pembelajaran saling terintegrasi dalam satu sistem yang utuh.

Dalam paparannya, Prof. Darmansyah menjelaskan bahwa kualitas sebuah kurikulum tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumennya, tetapi juga dari kemampuan kurikulum tersebut untuk diterapkan secara efektif dalam proses pembelajaran.

“RPS bukan sekadar administrasi perkuliahan. RPS merupakan instrumen utama yang menerjemahkan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Karena itu, setiap mata kuliah harus mampu berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian profil lulusan.”

Memasuki sesi siang, peserta memperoleh penguatan mengenai Paradigma Kurikulum Universitas dan Program Studi dari Tim Kurikulum OBE Universitas yang terdiri atas Rahmat Satria Dinata, M.Pd.I. dan Melisa Rezi, M.A.

Para narasumber menjelaskan berbagai kebijakan terbaru mengenai implementasi kurikulum OBE, mekanisme penjaminan mutu akademik, serta strategi implementasi kurikulum pada tingkat program studi agar selaras dengan visi universitas.

Diskusi berlangsung dinamis karena setiap program studi diberikan kesempatan mempresentasikan tantangan yang dihadapi dalam penyusunan kurikulum maupun implementasi pembelajaran. Berbagai masukan yang muncul kemudian menjadi bahan penyempurnaan kurikulum sehingga setiap program studi memperoleh rekomendasi yang lebih aplikatif.

Pada sore hingga malam hari, seluruh peserta memasuki tahap kerja mandiri berupa penyempurnaan dan finalisasi RPS masing-masing mata kuliah yang didampingi oleh Zulfendri, M.Kom selaku fasilitator untuk entrikan kurikulum OBE ke Siakad UIN Imam Bonjol Padang.

Tahapan ini menjadi bagian penting karena setiap dosen melakukan revisi langsung terhadap perangkat pembelajaran berdasarkan hasil diskusi dan rekomendasi narasumber.

Selanjutnya, peserta kembali melaksanakan revisi kurikulum secara menyeluruh bersama Dr. Faizin, S.Th.I., M.A. sehingga diperoleh dokumen kurikulum yang semakin matang dan siap diimplementasikan pada tahun akademik mendatang.

Hari terakhir lokakarya diisi dengan presentasi hasil revisi kurikulum oleh masing-masing program studi yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kurikulum baru sebagai bentuk penyamaan persepsi sebelum diterapkan dalam proses pembelajaran.

Tahapan ini menjadi penutup dari keseluruhan proses penyusunan kurikulum yang telah dilakukan secara bertahap selama tiga hari penuh.

Ketua Panitia, Dr. Junizar Suratman, M.Ag., menjelaskan bahwa penyelenggaraan lokakarya merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis OBE.

Selama tiga hari ini peserta menginventaris kembali seluruh masukan-masukan dari berbagai pihak dan menjadikanya sebagai bahan untuk menetapkan profil dan capaian pembelajaran lulusan prodi.

Lokakarya yang menghadirkan dua narasumber diharapkan dapat memperkuat dan mengakurasi formulasi kurikulum yang sudah dilakukan oleh masing-masing prodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama.

Karena lokakarya ini menjadi tahapan akhir dari kegiatan evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis OBE, maka tentu diharapkan sesudah kegiatan ini lahir dokumen kurikulum berbasis OBE di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan.

Penyusunan kurikulum dilakukan tidak hanya untuk memenuhi tuntutan akreditasi, tetapi sebagai bagian dari transformasi akademik yang berkelanjutan.

Penguatan kurikulum keilmuan integratif juga menjadi implementasi nyata visi FUSA UIN Imam Bonjol Padang dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai wahyu, ilmu pengetahuan, dan budaya, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki keunggulan akademik, karakter keislaman yang kuat, kepedulian sosial, kesadaran ekologis, serta daya saing pada tingkat nasional maupun global.

Dengan terselenggaranya Lokakarya Kurikulum Keilmuan Integratif dan Perangkatnya ini, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama optimistis seluruh program studi akan memiliki kurikulum yang semakin relevan, implementatif, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education.

Hasil lokakarya diharapkan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya akademik, serta menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan peradaban. [bangFU – PPID FUS

About Author