KKN Tahun 2026 Sangat Istimewa,Dilepas Menteri, Hadir dengan Skema Inovatif

PADANG — Kuliah Kerja Nyata (KKN) 52 An-Nahl Berdampak; Berdaya, Tangguh, Berbudaya Tahun 2026 terasa sangat istimewa. Mahasiswa akan dilepas secara resmi oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, Senin (15/7). Selain itu, KKN kali ini hadir dengan skema yang lebih inovatif dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana KKN 52, Dr. Mufti Ulil Amri menjelaskan, skema tersebut merupakan hasil kajian mendalam yang dilakukan UIN Imam Bonjol Padang dalam merespons arah kebijakan Kampus Berdampak yang didorong Kementerian Agama RI.

“KKN tahun ini tidak lagi hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan karya, dampak, dan keberlanjutan. Mahasiswa didorong menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat dan terus berlanjut setelah program selesai,” ujar Mufti.

KKN Reguler merupakan skema pengabdian masyarakat yang menempatkan mahasiswa di berbagai wilayah untuk melaksanakan program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat. KKN Mitra Nagari difokuskan pada pendampingan pembangunan nagari, penguatan tata kelola, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, hingga penyusunan dokumen dan sistem yang dapat dilanjutkan pemerintah nagari.

KKN Domisili memberi kesempatan kepada mahasiswa melaksanakan pengabdian di daerah tempat tinggal masing-masing dengan tetap berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat berbasis disiplin keilmuan. KKN Lingkungan Kampus diarahkan untuk mengembangkan dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan internal kampus melalui pendekatan akademik dan partisipatif.

Sementara itu, KKN Rekognisi merupakan bentuk pengakuan terhadap aktivitas pengabdian mahasiswa yang telah dilaksanakan sebelumnya dan memenuhi standar capaian KKN. Adapun KKN Internal Kampus difokuskan pada penguatan tata kelola, layanan, inovasi, dan pengembangan program strategis di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang.

Selain itu, terdapat pula KKN Resiliensi dan Ketangguhan Masyarakat yang dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, krisis sosial maupun ekonomi, melalui pendampingan berbasis komunitas, penguatan literasi risiko, dan pengembangan sistem ketahanan masyarakat yang berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh dan adaptif.

Semuanya memiliki tujuan khusus dan capaian yang hendak dituju. Melalui berbagai skema tersebut, mahasiswa dapat memilih model pengabdian yang paling sesuai dengan kompetensi, kebutuhan masyarakat, dan arah pengembangan program studi masing-masing.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Taufik, S.Ag., M.Si., menyatakan, secara filosofis KKN merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembelajaran berbasis kredit semester. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari realitas sosial masyarakat.

“Hal yang menjadi fokus kita sekarang adalah bagaimana ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus benar-benar diterapkan di tengah masyarakat. Kegiatan sosial yang dilakukan harus memiliki hubungan dengan kompetensi akademik mahasiswa sehingga terjadi proses belajar yang utuh antara teori dan praktik,” katanya.

Menurut Taufik, paradigma baru KKN menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus pembelajar. Mereka dituntut mampu mengidentifikasi persoalan sosial, melakukan analisis, kemudian menghadirkan solusi yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar melaksanakan program, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan baru dari lapangan. Karena itu, kegiatan KKN harus menjadi ruang integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi UIN Imam Bonjol Padang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.

“KKN merupakan laboratorium sosial terbesar yang dimiliki kampus. Di sana mahasiswa belajar tentang kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi publik, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara langsung bersama masyarakat,” tambahnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. H. Wakidul Kohar, M.Ag., menyatakan rancangan KKN tahun ini merupakan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tuntutan peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Salah satu perubahan penting adalah penekanan pada laporan berbasis data dan dampak program.

“Kami ingin setiap kelompok KKN menghasilkan laporan yang tidak hanya berisi daftar kegiatan, tetapi juga data, analisis, dan dampak yang dapat diukur. Dengan demikian, hasil KKN dapat menjadi referensi bagi masyarakat, pemerintah, maupun kampus dalam menyusun program lanjutan,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D., mengatakan KKN tahun ini diharapkan menjadi momentum pengembangan keilmuan bagi program studi. Berbagai data, pengalaman lapangan, dan inovasi yang lahir selama KKN diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian yang dilakukan sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang. | AK

About Author