PADANG – UIN Imam Bonjol Padang terus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui penyusunan dan penelaahan draf pemeringkatan Sustainable Development Goals (SDGs), UI GreenMetric, dan Times Higher Education (THE) Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Hotel Imam Bonjol Padang ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam meningkatkan reputasi dan pengakuan internasional.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan universitas, Sekretaris LPM, para kepala pusat, tim task force SDGs, tim UI GreenMetric, serta unit-unit terkait yang berperan dalam penyediaan data dan capaian kinerja institusi.
Penyusunan draf dilakukan sebagai persiapan menjelang batas akhir pengumpulan data pemeringkatan pada 30 Juni 2026.
Dalam laporannya, Kepala Pusat International Office UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Zulfis, M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan, memverifikasi, dan memperkuat data yang akan digunakan dalam pemeringkatan SDGs, UI GreenMetric, dan THE 2026.
Menurutnya, keberhasilan dalam pemeringkatan internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas program yang dimiliki perguruan tinggi, tetapi juga oleh kelengkapan data, dokumentasi, serta kemampuan institusi dalam menunjukkan dampak nyata dari berbagai program yang telah dilaksanakan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi harus dipahami secara lebih luas daripada sekadar peningkatan jumlah mahasiswa asing atau banyaknya kerja sama dengan institusi luar negeri.
“Transformasi yang sedang kita lakukan melalui internasionalisasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah mahasiswa asing maupun banyaknya kerja sama internasional. Lebih jauh dari itu, internasionalisasi adalah bagaimana institusi ini memperoleh pengakuan global melalui karya-karya yang berdampak, kontribusi nyata kepada masyarakat, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang dapat diukur melalui berbagai indikator internasional,” ujar Prof. Martin.
Ia menjelaskan bahwa pemeringkatan internasional seperti SDGs, UI GreenMetric, dan THE menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas, dampak, dan kontribusi perguruan tinggi secara objektif.
Oleh karena itu, seluruh unit di lingkungan universitas perlu bersinergi untuk memastikan setiap capaian institusi terdokumentasi dan terlaporkan dengan baik.
Rektor juga mengungkapkan berbagai langkah yang telah dilakukan UIN Imam Bonjol Padang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satunya adalah pengembangan energi terbarukan melalui pemasangan solar cell yang akan dimanfaatkan di Fakultas Sains dan Teknologi.
Selain itu, universitas terus memperkuat aspek lingkungan melalui penambahan kawasan hijau dan berbagai program pelestarian lingkungan.
Upaya tersebut semakin diperkuat dengan kegiatan penanaman pohon yang baru-baru ini dilaksanakan bersama Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Komitmen UIN Imam Bonjol Padang terhadap isu keberlanjutan telah membuahkan hasil yang membanggakan. Pada keikutsertaan perdana dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University, UIN Imam Bonjol Padang berhasil menempati peringkat 724 dunia, peringkat 426 Asia, peringkat 73 nasional, serta peringkat 8 di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi UIN Imam Bonjol Padang untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui penyusunan dan penelaahan draf pemeringkatan tahun 2026 ini, universitas optimistis dapat meningkatkan capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. [NAY]