Reportase 25 September 2024 Brunei Darussalam

Hari ini tim  KKN internasional Brunei UIN IB berangkat ke pusat bahagia erik goh kuala belait. Tim KKN memasuki bus menuju Kuala Belait pada jam 7.17, karena bus jemputan mereka sudah tiba disana terlebih dahulu. Saat baru masuk di bus, tim KKN tersanjung dengan bapak sopir yang tak lepas dari tasbihnya.

Setelah 1 jam 50 menit, tim KKN sampai di tujuan. Mereka di sambut dengan hangat oleh petugas disana. Tim KKN internasional Brunei UIN IB melakukan perkenalan dengan para guru-guru, para penyandang disabilitas & juga petugas yang ada disana. Setelah perkenalan singkat mereka diajak ke kantor pusat bahagia erik goh, untuk memperkenalkan sejarah berdirinya bangunan pusat bahagia erik goh.

Sesampainya di ruangan kantor pusat bahagia erik goh, Ketua dari pusat bahagia memperkenalkan sejarah pusat bahagia tersebut. “kalau pusat bahagia lain namanya pusat bahagia Tutong, pusat bahagia Brunei muara, temburong, dia sesuai nama daerahnya sahaja. Tapi kuala belait ni namanya pusat bahagia erik goh kuala belait lah. Karena beliau, erik goh ni lah yang mendanai seluruh pembiayaan rumah pusat bahagia ni. Jadi untuk mengenang dia, kita bagi lah nama pusat bahagia di kuala belait ni jadi pusat bahagia erik goh “ tuturnya sembari menunjukkan foto erik goh di dinding.

Ketua pimpinan pusat bahagia ini juga menunjukkan kepada kami foto renovasi pada bangunan-bangunan pusat bahagia tersebut. Ketua pusat bahagia KB mengatakan Rumah pusat bahagia pertama, kedua, ketiga, dengan yang sekarang itu berbeda. Rumah pertama berada di pusat . Setelah itu mereka pindah ke rumah kedua, yaitu di jalan feri. Lalu berpindah lagi ke rumah ketiga. Namun Dikarenakan rumah ketiga ini tidak layak huni lagi. Rumah itu dirobohkan dan di dirikanlah rumah yang sekarang.

“Rumah yang sekarang ni beda arah tempatnya saja. Rumah yang dirobohkan itu berada di samping rumah yang sekarang”

“Pusat bahagia di kuala belait ini dinamakan erik goh sebagai tanda terimakasih lah, kerana sudah biayai seluruh bangunan ni”

Setelah memperkenalkan sejarah pusat bahagia erik goh, ibu ketua pusat bahagia tersebut menjamu kami dengan makanan. Ada berbagai macam makanan yang beliau sajikan untuk kami. Pagi itu ada banyak kue khas Brunei yang disajikan. Tim KKN internasional Brunei UIN IB sangat excited untuk mencoba sajian yang ada. Mereka mengambil satu buah dari setiap jenis jajanan yang disediakan.  Dan mereka mengatakan kalau jajanan disini tidak jauh berbeda dengan jajanan Indonesia.

Ketua pusat bahagia erik goh memegang 4 pelatihan Industri. Setiap OKU yang ada disini bertanggung jawab atas kebersihan yang ada di lingkungan pusat bahagia erik goh. Dengan harapan mereka bisa melakukan kegiatan harian dengan baik serta bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Setiap OKU yang terdaftar di pusat bahagia Brunei Darussalam akan dapat elown, sebagai gaji bagi mereka. Para Orang Kelainan Upaya di Brunei mendapatkan 2 gaji. Gaji pertama mereka dapatkan dari program pemerintah untuk OKU, dan satu lagi mereka dapatkan dari pusat bahagia. Gaji yang didapatkan dari pusat bahagia. Gaji dari PB ini tergantung dari kinerja mereka, jam berapa mereka sampai, dan juga keahlian mereka.

Hari itu para mahasiswa KKN internasional Brunei UIN IB dibebaskan untuk menikmati sajian sambil bercengkrama dengan para penyandang disabilitas yang hadir pagi ini oleh pusat bahagia erik goh. Hari ini mereka belajar banyak hal. Ada yang belajar mengajar pada siswa OKU tingkat SMP, ada yang menjahit, ada kelas memasak, dan kraf tangan, dan lain nya.

Tim KKN yang ada di Brunei saat itu dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok bisa mengambil 2 kelas saja,yaitu kelas pagi dan kelas siang. Semua kelompok memiliki kelas yang berbeda-beda. Ada yang kelas pagi menjahit dan siang nya masak. Ada yang paginya masak dan siangnya Masak lagi, ada yang paginya masuk kelas sekolah menengah siangnya masak, dll.

Tim KKN internasional Brunei UIN IB sendiri terbagi menjadi 1 kelompok saja, yang alhamdulillah bisa menjalankan harinya dengan baik. Mereka membangun bonding dengan para OKU serta cikgu disana. Mereka membuat banyak keseruan, kerandoman, dan juga hal lainnya karena mereka sangat menikmati hal-hal yang terjadi hari itu.

Setelah kegiatan pagi, tim KKN internasional diajak main ke Pantai terdekat dari lokasi pusat bahagia erik goh kuala belait. Cikgu di sana menanyakan apakah tim KKN internasional Brunei UIN IB sudah pernah melihat pantainya Brunei Darussalam. Tim KKN internasional Brunei UIN IB menjawabnya dengan jujur, bahwa mereka memang belum pernah melihat pantai selama di Brunei. Lalu akhirnya tim KKN internasional Brunei UIN IB dihantarkan ke pantai tersebut untuk rekreasi singkat, sebelum akhirnya kembali ke kelas siang yaitu kelas memasak

Saat kelas memasak di siang hari, tim KKN internasional Brunei UIN IB menemukan banyak kesamaan antara makanan khas Brunei & Indonesia, hari itu mereka membuat kue bomb yang isi, tekstur, dan lainnya itu mirip dengan onde-onde. Juga mereka membuat kue gatas, yng sangat mirip dengan kemplang. Banyak seruan di dapur pusat bahagia erik goh ini seperti.

“Eh ini mirip onde-onde lah kan? “

“Iya onde-onde ini” juga “ini kemplang ga si? Asli mirip kali sama kemplang ini besti, apa nama kue nya disini? “ dan masi beragam lagi.

Setelah kelas memasaknya selesai, tim KKN internasional Brunei UIN IB mengisi waktu dengan ngemil kue bomb & gatas sambil bermain tiktok bersama. Mereka membuat beberapa konten agar tidak bosan, yang secara tidak langsung ikut membangun bonding yang kuat juga membuat kenangan yang banyak antar sesama mereka.

Setelah itu, ada beberapa mahasiswa KKN internasional Brunei UIN IB ada yang melanjutkan kelas jahitannya. Sebanyak 3 mahasiswa yang pouchnya belum jadi hari itu. Mereka berusaha menyelesaikan jahitan yang sudah mereka mulai sembari menunggu bus jemputan mereka tiba.

Tim KKN internasional Brunei UIN IB sangat senang sore itu, mereka banyak mengambil gambar bersama cikgu ataupun OKU disana, mereka di bawa ke pantai, diajak kelas bareng, bisa membawa pulang apa yang mereka buat disana, juga ketika akan pulang mereka diberikan oleh-oleh dari cikgu yang ada disana. Mereka banyak mengucapkan bahwa mereka sangat terharu dan bersyukur menjadi salah satu mahasiswa KKN internasional Brunei UIN IB 2024 sore itu.

Suasana pulang tak beda jauh dari suasana awal keberangkatan ke pusat bahagia erik goh kuala belait. Karena perjalanan lebih dari satu jam, mereka menghabiskan waktu nya dengan karokean, bernyanyi bersama serta shalawatan bersama. Mereka berusaha untuk tidak tidur, agar setelah isya, mereka bisa langsung pergi ke mall depan hostel.

Sesampainya di hostel, mahasiswa KKN internasional Brunei UIN IB melanjutkan kegiatan dengan shalat maghrib, lalu berangkat ke mall untuk mencari barang yang mereka butuhkan. Mereka juga menikmati malam itu dengan sebaik-baiknya, melakukan rutinitas evaluasi ringan, makan malam bersama dan bermain di arcade serta uno malam itu di dalam mall. Setelah itu mereka berkumpul di kafetaria unissa untuk evaluasi hari itu.

Author: Aulia Mujki

About Author