Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (Unand) dalam rangka kajian kerusakan bangunan dan penanganan longsor pascabencana. Penandatanganan PKS ini dihadiri langsung oleh Prof. Abdul Hakam dan Kepala Pusat Studi Bencana Unand, Prof. Dr. Fauzan.
Kerja sama ini difokuskan pada dua kajian utama, yakni kajian terhadap kerusakan bangunan serta kajian terhadap longsor yang terjadi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam penanganan dan perencanaan pembangunan kawasan kampus ke depan.
Dalam hantaran katanya, Prof. Dr. Fauzan menjelaskan bahwa tim Pusat Studi Bencana Unand telah melakukan sejumlah langkah awal sebagai solusi jangka pendek guna mencegah meluasnya kerusakan. Ia menyebutkan bahwa secara umum kondisi pondasi dalam bangunan masih dalam keadaan baik dan aman, namun tetap memerlukan penanganan lanjutan.
“Kami akan melakukan kajian daya dukung tanah, kondisi lereng, massa tanah, serta stabilitas kawasan. Ada dua kegiatan asesmen yang dilakukan, yaitu penanganan tanah yang mencakup aspek pergerakan tanah, kemampuan tanah, dan stabilitas lereng, serta kajian kerusakan bangunan seperti kebocoran. Hasil kajian akan kami keluarkan setelah pemeriksaan selesai,” jelas Prof. Fauzan.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian pekerjaan asesmen ini direncanakan berlangsung selama 60 hari kalender.
Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua profesor serta tim Pusat Studi Bencana Unand yang telah banyak membantu UIN Imam Bonjol Padang pascabencana, bahkan sebelum adanya nota kesepahaman maupun PKS resmi.
“Tanpa MoU atau PKS pun, tim dari Unand sudah banyak membantu kami dalam penanganan pascabencana,” ujar Rektor.
Rektor juga menegaskan bahwa area yang paling mendesak untuk segera ditangani adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Menurutnya, diperlukan langkah-langkah strategis agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Sebagai bentuk keseriusan, Rektor menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dengan meminta bantuan ke pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota. Selain itu, Rektor juga telah menginstruksikan pengalokasian anggaran untuk pembangunan turap di lingkungan FEBI.
“Kajian dan telaah terhadap kawasan yang akan dibangun sangat penting bagi kami sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan,” tegas Rektor.
Melalui kerja sama ini, UIN Imam Bonjol Padang berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan secara komprehensif, berbasis kajian ilmiah, serta menjamin keamanan dan keberlanjutan aktivitas akademik di lingkungan kampus.